Tag Archive | "lombokpress"

GAM-NM Sarankan Pemda Perankan Tomas


Mataram – Tidak diperankannya tokoh masyarakat menjadi sebab belum optimalnya pelaksanaan program pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Karena itu, kalau pemerintah daerah ingin lebih cepat dalam merealisasikan programnya disarankan agar peran tokoh masyarakat/agama lebih dimaksimalkan.

Saran itu disampaikan Ketua Umum Gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar (GAM-NM) Nusa Tenggara Barat, H. Usman BA, kepada www.lombokpress.com, Selasa (2/2) di Mataram.

Selain pemerintah sebagai fasilitator pembangunan, menurut mantan Camat Mataram ini, dibutuhkan keterlibatan tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri. “Tokoh masyarakat berperan sebagai dinamisator sekaligus motivator bagi masyarakat. Dan masyarakat memerankan diri sebagai partisipan,” katanya.

Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi, maupun di tingkat desa, dalam beberapa tahun belakangan ini memang sudah terlihat ada perubahan. Namun demikian, Usman masih melihat peran tokoh masyarakat hanya sebatas sebagai peserta. Menurutnya, tokoh masyarakat tidak cukup hanya hadir secara formalitas sebagai peserta. “Lebih jauh dari itu, hendaknya pemerintah daerah memberikan tanggungjawab peran kepada tokoh masyarakat untuk turut melaksanakan program pembangunan,” ujarnya.

Usman mengaku pesimis tujuan untuk mensejahterakan rakyat dapat tercapai jika tokoh masyarakat/agama dan masyarakat tidak dilibatkan secara aktif. “Tanpa melibatkan tokoh masyarakat dan masyarakat, keberhasilan pembangunan hanya 20 persen,” ucapnya.

Pemerintah daerah, katanya, tidak boleh memposisikan diri seolah-olah bisa melaksanakan program pembangunan tanpa keterlibatan semua pihak. Karena itu, dia menilai, program yang dicanangkan saat ini tidak lebih dari daftar keinginan pemerintah daerah, bukan berdasarkan aspirasi masyarakat.

Melalui keterlibatan langsung masyarakat sejak perencanaan pembangunan hingga pelaksanaannya, pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi dan kontrol setiap saat. Pasalnya, masyarakat akan memberikan penilaian langsung terhadap program pembangunan yang dilaksanakan. Melalui control langsung ini, pimpinan SKPD tidak akan bisa berbohong atas apa yang telah dikerjakan selama ini. “Kritik akan langsung diberikan kepada masyarakat, jika ada pimpinan instansi yang mengklaim telah melaksanakan program padahal masyarakat belum pernah merasakannya,” kata Usman.

Dia juga menyarankan, agar program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah kabupaten/kota sinkron dengan program pemerintah provinsi. Dengan demikian, kesinambungan program pembangunan dapat dilaksanakan. “Sudah bukan saatnya lagi pemerintah kabupaten/kota mengatasnamakan otonomi daerah untuk berbuat semaunya dalam melaksanakan pembangunan, tanpa berkoordinasi dengan pemerintah provinsi,” tandas Usman lagi. ***

Posted in BudayaComments (0)

LPDS Akan Gelar Lokakarya Kode Etik Jurnalistik


Mataram-Lembaga Pers Dr. Soetomo didukung Kedutaan Besar Norwegia akan memberikan beasiswa pendidikan dan pelatihan melalui kegiatan ‘Lokakarya Kode Etik Jurnalistik’ bagi redaktur senior dan reporter. Menurut rencana, kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 16 – 18 Februari 2010 di Kota Makasar Sulawesi Selatan.

Lokakarya kali ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan standar penyajian pemberitaan yang baik, sesuai dengan standar jurnalistik professional. Disamping itu, melalui kegiatan ini, peserta memiliki pemahaman mengenai dampak sanksi moral dan sanksi hukum karena tidak memenuhi persyaratan kode etik jurnalistik dan kode perilaku wartawan.

Materi yang akan disampaikan untuk para redaktur senior antara lain, kode etik jurnalistik untuk media pers cetak, media siaran radio, dan televise, serta media online. Materi lainnya, pengaruh amplop terhadap independensi wartawan dan pers, kode etik jurnalistik 2006 (rumusan dan penerapannya), masalah hak jawab dan hak koreksi public dan hak tolak wartawan, pelanggaran kode etik peliputan berita privacy dan pelaku tindak pidana dibawah umur, masalah gugatan pencemaran nama baik, fitnah, dan penghinaan terhadap pemberitaan dan ungkapan ekspresi, pengawasan dewan pers dalam pelaksanaan kode etik jurnalistik dan penyelesaian sengketa pemberitaan, penyelesaian konflik public dengan pers tentang pemberitaan melalui proses hukum, serta materi tentang bahasa pers melanggar kode etik jurnalistik dalam media daerah dan nasional.

Sedangkan materi yang akan disampaikan dalam lokakarya untuk reporter antara lain, seberapa jauh penerapan kode etik jurnalistik dalam pers kita (pada media daerah dan media nasional), kode etik jurnalistik 2006 (rumusan dan penerapannya), masalah akurasi dan keberimbangan dalam penyajian berita, bahasa jurnalistik dalam pers (kata ofensif, bias, dan konotatif), kode perilaku/code of conduct (media pers cetak, media siaran radio dan televise, serta media online), pedoman peliputan pers dan perlindungan hukum bagi wartawan (memperkecil kekeliruan informasi dan kemungkinan tuntutan hukum), serta materi tentang penyelesaian sengketa akibat pemberitaan antara public dan media pers (dari hak jawab sampai ke proses hukum).

Untuk dapat mengikuti kegiatan ini, peserta akan diseleksi terlebih dahulu melalui tulisan feature dan berita singkat, yang dikirim kepada panitia paling lambat akhir bulan Januari 2010. Selanjutnya, peserta yang lulus dalam seleksi akan diberitahukan pada tanggal 5 Februari 2010 yang akan datang. ***

Posted in SosialComments (1)


Advert