Author Archives | Cyril

Tradisi Perang Topat

Tradisi Perang Topat Simbol Kerukunan Umat Beragama di Narmada Kabupaten Lombok Barat.

Posted in Budaya, Video0 Comments

Balap Kuda Joki Cilik

Balap Kuda sebagai Ajang Nyali Joki Cilik di Pantai Ketapang Lombok Timur.

Posted in Budaya, Video0 Comments

Ngaponing Pusaka

Ritual Ngaponing Pusaka sebagai Tolak Balak dan Marabahaya di Lombok Utara.

Posted in Budaya, Video0 Comments

Sumba Pulau 1000 Kampung

Sumba Pulau 1000 Kampung

Posted in Video0 Comments

Pemprov NTB Percepat Agenda Penuntasan Buta Aksara

Pemprov NTB Percepat Agenda Penuntasan Buta Aksara

Pemerintah Provinsi NTB terus melakukan terobosan untuk menekan angka buta aksara di daerah ini. Setelah sebelumnya merangkul aparat kepolisian, kini pemda setempat merangkul kalangan perguruan tinggi.

“Universitas Mataram telah bersepakat memilih dua kecamatan di dua kabupaten yakni, Kecamatan Janapria Lombok Tengah dan Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat,” kata Koordinator Gerakan 3A, H. Daryanto, M. Kes., di Mataram, kemarin.

Daryanto menguraikan, kerjasama itu dalam bentuk pendampingan kelompok belajar oleh mahasiswa/i yang sedang melakukan kuliah kerja nyata (KKN). Setiap kelompok akan dipandu atau didampingi oleh 2 (dua) orang mahasiswa. “Akan ada 630 kelompok yang akan dipandu,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB, melalui Tim Kelompok Kerja Gerakan 3A (Akino, Absano, dan Adono), berharap, kerjasama dengan pihak Universitas Mataram ini, dapat menurunkan angka penyandang buta aksara di daerah ini. Setidaknya, sebelum dihitung pada bulan Mei tahun ini, jumlah penyandang buta aksara sudah berkurang. Menurut informasi yang diperoleh pihaknya, pelepasan mahasiswa/i KKN Unram akan dilakukan pada tanggal 19 Januari 2010.

Ditambahkan, selain dengan Universitas Mataram, Tim Gerakan 3A juga telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi lain di daerah ini, dalam bentuk kegiatan berbeda. Dia berharap, upaya pengentasan buta aksara ini menjadi agenda setiap pihak di daerah ini. Hal ini mengingat, buta aksara menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Karena itu, dalam melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan warga belajar, kami melibatkan banyak pihak dari beragam unsur, seperti SKPD, Tim Sekretariat 3A, dan wartawan,” kata Daryanto.

Sementara itu, Asisten I Pemda Lombok Barat, MS. Udin, mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, telah melakukan kerjasama serupa dengan pihak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram. Kerjasama Pemkab Lobar dan IAIN Mataram dilakukan di 50 (lima puluh) desa dari 6 (enam) kecamatan. “Kerjasama ini menjadi kegiatan murni mahasiswa yang sedang melakukan KKN. Jadi, tidak ada istilah pemberian honor kepada mereka,” kata MS. Udin. Continue Reading

Posted in Features0 Comments

Muktamar XII PB NW Hayati Pesan Perjuangan

Muktamar XII Nahdlatul Wathan 8 – 10 Januari 2010, secara resmi dibuka Menteri Agama RI, H. Suryadharma Ali, Jum’at (8/1) malam. Selain peserta Muktamar dari berbagai provinsi di Indonesia, sejumlah tokoh nasional dan para perwakilan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II juga nampak hadir mengikuti acara pembukaan. Diantaranya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. Dien Syamsudin. Bahkan, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah ini pun berkesempatan memberikan tausyi’ah seusai acara pembukaan.

Menag Apresiasi Peran NW

Dalam sambutannya, Suryadharma Ali, menekankan, Islam sebagai Agama Rahmatan Lil Alamin, telah memberikan tuntunan kepada ummatnya dalam kaitannya dengan interaksi sosial di semua bidang kehidupan.

Dalam pandangan mantan Menteri Koperasi dan UKM dalam KIB I, ini eksistensi sebuah organisasi harus dilatarbelakangi oleh fungsi sosial dalam kerangka meningkatkan kesehateraan rakyat.

Dia berharap, NW dapat lebih meningkatkan perannya tidak hanya di tataran lokal, tapi juga dalam skala nasional, melalui perannya sebagai organisasi dakwah, sosial, dan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Suryadharma Ali, mengatakan, pendiri NW (Alm) TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid, selain sebagai ulama, Almagfurrullah adalah juga seorang pejuang yang mampu membebaskan masyarakat dari segala bentuk keterbelakangan. “Meskipun dalam perjuangannya ini, beliau mendapatkan banyak tantangan dari sejumlah pihak, khususnya kaum penjajah Jepang saat itu,” kata Menag.

Namun, imbuh Suryadharma, kendala-kendala atau tantangan-tantangan tersebut dihadapi dan dapat dihalau oleh TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid. Melalui perlawanan inilah beliau dapat melihat siapa lawan dan siapa kawan.

Karena itu, Menteri Agama berpesan, Muktamar XII NW kali ini, hendaknya dapat dijadikan momentum untuk menghayati dan mengamalkan wasiat (pesan) perjuangan yang telah ditinggalkan oleh Almagfurrullah.

“Saya memberikan apresiasi terhadap peran-peran yang telah dilakukan oleh NW selama ini dalam berbagai bidang, khususnya upaya pengentasan kemiskinan,” kata Suryadharma Ali.

Jangan Tinggi Karena Puji
Hampir senada dengan hal itu, Gubernur NTB, sekaligus Ketua Umum PB NW, TGH. M. Zainul Majdi MA, mengingatkan, tidak ada manfaatnya membangun organisasi dengan sekian banyak pengurus tetapi tidak dapat member manfaat bagi masyarakat, baik di daerah maupun di tingkat nasional.

Dalam kesempatan itu, TGH. M. Zainul Majdi MA, mengajak peserta Muktamar untuk melakukan kilas balik atas perjuangan yang telah dilakoni oleh Pendiri NW, (Alm) TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid. Ditegaskan, Almaghfurrullah melakukan perjuangan di sudut-sudut wilayah yang secara geografis jauh dari kesan popularitas dan tidak ada liputan media massa. Namun Almaghfurrullah tetap mengajarkan tuntunan agama kepada masyarakat mulai dari hal-hal yang paling sederhana.

“Jangan tinggi karena puji, kedepankan keikhlasan dalam membangun dan memperjuangkan organisasi,” imbau TGH. M. Zainul Majadi M.A.

***

Jangan Jadikan NW Batu Loncatan
Meski beberapa kali TGH. M. Zainul Majdi MA, menyatakan, dirinya tidak bermaksud mencalonkan diri kembali dalam pemilihan Ketua Umum Dewan Tandfizyah PB NW, namun faktanya, seluruh peserta Muktamar XII NW masih menginginkan Gubernur NTB itu memimpin organisasi terbesar di NTB ini. Al hasil, TGH. M. Zainul Majdi, akhirnya terpilih secara aklamasi.

Saat menyampaikan pidato penutupan Muktamar XII NW, TGH. M. Zainul Majdi MA, mengungkapkan, postur tubuh NW tentu tidak dapat mengakomodir semua potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada di dalam tubuh organisasi terbesar di NTB ini. Karena itu, Ia meminta kepada seluruh peserta Muktamar XII NW untuk mengkifayahkan kepengurusan PB NW 2010-2014. “Yang penting adalah semangat perjuangan yang sama,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, TGH. M. Zainul Majdi MA, mengungkapkan, saat ini harapan masyarakat terhadap NW sangat besar. Di saat bersamaan, tantangan juga semakin kompleks.

Ditekankan, sejak awal pendiriannya, NW dihajatkan untuk dapat menampung pendidikan sebanyak-banyaknya. Dan saat ini, lembaga pendidikan yang dimiliki NW sudah sangat banyak dari beragam tingkat pendidikan. Karena itu, saat ini tantangan NW adalah meningkatkan kualitas pendidikan.

Disamping itu, bidang sosial dan ekonomi juga menjadi pekerjaan rumah (PR) NW kedepan. “Dengan bahu membahu, serta kerjasama semua pihak, semua itu dapat dituntaskan,” kata TGH. M. Zainul Majdi MA.

Dia mengajak peserta Muktamar XII NW untuk belajar pada sikap ikhlas yang ditunjukan oleh pendiri NW Almagfurullah TGKH. M. Zainudin Abdul Majid. “Jangan jadikan NW hanya sebagai batu loncatan untuk kepentingan-kepentingan sesaat dan jangka pendek,” tandasnya. (M. ZAKIY MUBAROK)

Posted in Features0 Comments

Advert